Jln. Tugu Nasional No. 2 Kudu-Jombang

Comments

Showing posts with label Coretan Guru. Show all posts
Showing posts with label Coretan Guru. Show all posts

7/05/2011

Daun Pelita Jiwa Anak - anakku

Penulis : Kusni, S.Pd
Unit Kerja : SDN Kudubanjar 01
Mata Pelajaran : I P A

Standar Kompetensi : Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya.

Dalam renungan hatiku yang paling dalam kuingin selalu meraih sebuah cita-cita,Mendidik siswa berprestasi itu tujuanku,Namun apa daya tangan tak sampai cita-citaku kandas bersama serpian hati penuh misteri.
Dua puluh satu tahun lebih kuabdikan diriku untuk menjadi seorang pendidik , Banyak cerita suka dan duka hal yang luar biasa kualami .Dan semua itu, Kuhadapi dengan hati penuh sejuta impian walaupun banyak badai datang menghadang ,Ku langkahkan semangatku maju terus pantang mundur.Kini aku sekarang sudah dua tahun berdinas di Unit Kerja SDN Kudubanjar 01 dan statusku sekarang menjadi guru umum bertugas mengajar kelas IV.
Di saat aku mulai bertugas mengajar di kelas IV,suatu pengalaman mengajarku mulai dapat kurasakan.Banyak cerita yang harus kutuangkan diatas goresan pena ini.Sebuah pengalaman mengajarku yang sangat menghentakkan emosional positip di dalam pikiranku.
Ketika itu aku mengajar mata pelajaran ILMU PENGETAHUAN ALAM ( I P A ) dengan
Standar Kompetensi : Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya.
Kompetensi Dasarnya : Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya.
Disaat proses K B M berlangsung,Kujelaskan materi tersebut .Lewat sebuah peraga berbentuk gambar,Materi tersebut kusampaikan dengan hasil tidak memuaskan hatiku .
Ketika itu hanya ada 25 % siswaku yang sudah memahami penjelasanku ,Tetapi ada 75% siswaku yang belum memahami dan belum mengerti tentang penjelasanku.Karena penjelasanku tentang materi tersebut belum dipahami dan banyak siswa yang belum mengerti ,Maka pada waktunya
kelas IV mata pelajaran IPA materi tersebut kujelaskan lagi dengan alat peraga yang sama ,Tapi hasilnyapun sama.
Akhirnya kuadakan tanya jawab namun .....tiba-tiba Okky berkata kulo dereng ngerti bu ?kulo nggeh! jawab Yuyung .Akupun balik bertanya ,” Dibagian mana yang belum kalian mengerti?” Si Reji jawab, Yang bagian bentuknya bu? Si Ayu pun ikut jawab ,nggeh bu! kulo kalau menghafal bagian bentuknya mesti buleti ! dari perkataan siswa-siswa tersebut pikiranku jadi tak menentu.
Akhirnya lonceng pun berbunyi pertanda jam pelajaran udah usai.Sebelum pelajaran kuakhiri ku sampaikan suatu kata muntiara untuk mereka ,secerca kata membawa berkah.
ucapan salampun kulontarkan pada mereka.Dengan melangkahkan kaki keluar dari ruangan kelas IV anganpun melayang menebak secerca jawaban, Sang suryapun menari-nari mengiringi langkahku yang kian mendekati ruang kantorku.
Pada hari Senin, tanggal 25 Oktober 2010 jam pertama kelas IV waktunya ada pelajaran ILMU PENGETAHUAN ALAM ( I P A ),Akupun bergegas melangkahkan kakiku ke ruang kelas IV dengan hati penuh semangat.Setibanya diruang kelas IV kulihat wajah-wajah murung terlintas dimataku. Suasanapun kuhangatkan dengan kuteriakkan suatu kalimat ,Anak-anak hari ini kita belajar di luar ! semangat celotehan si anak-anak pun mulai keluar,BAIK....bu! Nggeh.....bu? Oky........ Horeeee!!! Sambil Bergegas keluar.Karena semua anak-anak sudah keluar semua, Lalu aku membagi anak-anak menjadi 4 kelompok dan memberi lembaran tugas kelompok ( L K S )
Sebelum lembar kerja siswa dikerjakan ,Merekapun ku ajak untuk bernyanyi-nyanyi terlebih dulu, Kemudian kuberi penjelasan terlebih dahulu .Setelah itu masing-masing kelompok mulai melaksanakan tugas dariku dengan pertama kali mereka harus mencari berbagai macam bentuk daun tumbuhan , Dari struktur bentuk daun : Menyirip , Menjari , Melengkung dan Sejajar. Langkah selanjutnya mereka harus berdiskusi untuk mengidentifikasi struktur bentuk daun.
Pengamatan ke siswapun mulai kulakukan pada masing-masing kelompok,Wajah ceria nampak diwajah mereka.Sikap aktif,Sikap kerjasama,Sikap interaksi antar siswapun sudah terbimbing dengan baik .Waktu pelaporan hasil kerja kelompok sudah tiba, Masing-masing kelompok secara bergantian mulai menyampaikan hasilnya ,Akupun membimbing mereka dalam penyampaian hasilnya.
Perasaan senang dalam hatiku telah kurasakan ,ketika itu masing-masing kelompok menyampaikan hasilnya , yang sangat membanggakanku. Hari itu aku merasa bangga menjadi seorang guru.Masing-masing kelompok sudah menyampaikan hasilnya dengan hasil yang baik .Sebelum pelajaran aku akhiri sebuah pesan moral yang secara tidak langsung mengharapkan anak-anak untuk selalu teringat akan pembelajaran struktur bentuk daun . Dengan ucapan salam pelajaran kuakhiri,Kini daun –daun tidak lagi berguguran di musim kemarau nanti dan juga tidak hanya sebagai pembungkus semata namun, Daunpun sebagai Pelita Jiwa Anak-anakku.
Share:

4/15/2011

Tak Selamanya Krikil Itu Tajam

Penulis  :  KUSNI, S.Pd
Unit Kerja :  SDN  KUDUBANJAR 01                                                  
Mata Pelajaran :  Matematika

SDN KUDUBANJAR 01 adalah sebuah sekolah yang terletak di pinggiran kecamatan, berjarak kurang dari 20 km dari kota Kabupaten.
Para siswanya berasal dari berbagai lapisan masyarakat yang tingkat perekonomiannya tergolong cukup. Merekapun memiliki semangat belajar yang dibilang cukup lumayan. Berbagai macam prestasipun banyak diukir baik bidang akademik maupun non akademik.

Tak kurang dari dua tahun aku bertugas mengajar di SDN KUDUBANJAR 01, Banyak hal-hal yang menarik perhatianku, terutama prestasi belajar mereka. Salah satunya adalah tentang pelajaran matematika. Hampir setiap ulangan akhir semester nilai matematika rata-ratanya selalu menempati urutan terbawa. Padahal matematika adalah salah satu bidang ilmu yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Matematika banyak membantu dalam memecahkan persoalan - persoalan sehari-hari misalnya : dalam hal jual beli, bangunan rumah, luas tanah dsb. Ketika aku tanyakan pada anak-anak ” Mengapa nilai ulangan matematika anak - anak kok selalu jelek sih? Tak satupun menjawab. Hanya ada satu anak yang menjawab, Jawabannya itupun kurang memuaskan perasaanku. kata si Rico soalnya sulit bu ? aku balas dengan jawaban oh, gitu... mungkin kalian kurang semangat dalam konsentrasi kepelajaran. suatu pengalaman mengajar saya ketika mengajar matematika di kelas IV tentang faktor dan kelipatan yang dijabarkan menjadi indikator menentukan faktor persekutuan terbesar dari dua bilangan. Pembelajaran saya sampaikan dengan metode diskusi kelompok. Ternyata mereka tidak aktif, diskusi macet bahkan mereka tidak proaktif. Hanya siswa tertentu saja yang aktif mengerjakan lembar kerja, Sedangkan yang lain cenderung diam bahkan ada yang tertidur. 

            Kondisi seperti ini membuat aku berfikir lebih keras. Aku bertanya dalam hati mengapa hari ini anak-anak tidak bersemangat belajar ya? Akhirnya tiba saatnya tiap-tiap kelompok memprosentasikan hasil kerja kelompok mereka. Aku tunjuk mulai dari  kelompok I untuk membacakan hasilnya. Ternyata kelompok I tidak memberikan jawaban yang benar sedangkan kelompok yang lain tak satupun ada yang menanggapi. Begitu seterusnya ketika giliran kelompok yang lain maju hasilnya tetap sama. Diakhir pelajaran aku bertanya kepada anak-anak “ Mengapa hari ini anak-anak tidak semangat belajar ? ” Dengan serempak anak-anak menjawab “ Payah bu habis olah raga “ Sebagian  yang lain  ada yang  menjawab “ Materinya  sulit di pahami bu ! “ Bel berbunyi pertanda jam pelajaran telah usai. Dengan perasaan kecewa aku meninggalkan  ruang kelas IV dan ketika aku berjalan menuju kantor sekolah kuberkata dalam hati “ Matahari enggan bersinar maklumlah cuaca hari ini kurang bersahabat, mungkin mendung masih menutupinya.”

Keesokan harinya pada jam pertama aku masuk ruang kelas IV dan setelah kuucapkan  salam  aku  berkata kepada  anak-anak , ” Anak-anak  hari  ini  waktunya matematika lagi meneruskan pelajaran yang kemarin, bagaimana kalau kita belajar diluar kelas ? ” Dengan serempak mereka menjawab ” nggeh bu....” Bagus tapi syaratnya kalian harus lebih bersemangat bagaimana setuju ? Sebagian dari mereka menjawab ” setuju ” sebagian lagi ada yang menjawab ” Oke...yes.....yes.........”.
Begitulah cara anak-anak meluapkan kegembiraannya. Sesampai di halaman aku berkata “ anak-anak ...cobalah ambil 10 kerikil yang ada disekitarmu, Setelah itu ambil kerikil tersebut dua-dua.” Lalu kutanyakan kepada anak-anak, ” habiskah kerikil tersebut ? ” Dengan serempak anak-anak menjawab “ Habis ! ” Lalu aku tanyakan lagi “ Cobalah sekarang ambil tiga-tiga ” Masih tersisakah kerikil tersebut ? Anak-anak berebut menjawab “ masih.... masih..... bu ! Aku katakan pada anak-anak , ” Bagus ”. Ketika sepuluh kerikil tadi kita ambil dua-dua berarti bilangan 2 adalah faktor dari sepuluh dan ketika kita ambil tiga-tiga masih tersisa satu, Berarti bilangan 3 bukan faktor dari sepuluh .” Paham anak-anak ?? ”Jawab anak-anak ” Paham bu....”! Sekarang lakukan pengambilan dari bilangan 1 sampai dengan 10. Ternyata masing - masing anak sibuk dan asyik  dengan kegiatannya. Kutanyakan kepada anak-anak “ Berapa faktor dari bilangan sepuluh ? ” Anak-anak saling berebut menjawab dan jawabannya benar. Begitu seterusnya, Aku lakukan sampai dengan menemukan faktor persekutuan dari dua bilangan.

Wajah ceria tampak di hati mereka, tak ada lagi beban dan ketakutan pada pelajaran matematika. Bahkan mereka ada yang nylentuk Pertanyaan, “ Besok kalau ada waktunya matematika belajar di luar lagi ya bu ? ” Dengan perasaan senang pelajaran aku akhiri, paling tidak aku sudah bisa berbuat sedikit untuk obat mereka. Ternyata hanya dengan sebuah kerikil bisa membuat mereka senang dengan pelajaran matematika, padahal sebagian besar anak-anak tidak suka dengan pelajaran matematika. Jadi tak selamanya kerikil itu tajam rupanya kali ini kerikil mampu menggugah semangat mereka.
                       

Share:
Copyright © UPTD PENDIDIKAN KUDU | Dek | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NBT